Likuiditas adalah salah satu faktor yang menentukan sukses atau gagalnya suatu perusahaan penyediaan kebutuhan uang tunai untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Menentukan sejauh mana perusahaan itu menanggung resiko atau dengan kata lain kemampuan akan perusahaan untuk mendapatkan kas atau kemampuan merealisasikan non kas menjadi kas. Dengan mengukur likuiditas dapat diketahui atau dapat dicapainya uang tunai dengan jalan menjual kekayaan nya. Secara umum likuiditas dapat ditentukan sebagai suatu kegiatan yang meliputi perkiraan sacara terus menerus atau kebutuhan kas langsung yang diperlukan oleh suatu perusahaan, perkiraan akan kebutuhan kas jangka pendek serta perkiraan kas jangka panjang.

Pengendalian likuiditas bank dilakukan setiap hari berupa penjagaan agar semua alat-alat likuid yang dapat dikuasai oleh bank (uang tunai kas, saldo giro pada Bank Sentral) dapat dipergunakan untuk memenuhi munculnya tagihan dari nasabah atau masyarakat yang datang setiap saat atau sewaktu-waktu. Kewajiban bank yang muncul sewaktu-waktu itu adalah dana simpanan pemegang giro, pinjaman dari bank lain yang telah jatuoh tempo atau kredit likuiditas dari Bank Setral yang jatuh tempo.likuiditas adalah kemampuan menyediakan alat-alat pembayaran yang likuid, baik kemapuan koperasi untuk memenuhi atau membayar kewajiaban-kewajiban jangk apendek yang harus segera dibayar.Dengan demikian perusahaan yang mampu memenuhi kewajiban finansialnya secara tepat waktu berarti perusahaan dalam keadaan likuid dan perusahaan tersebut punya alat pembayaran atau pun aktiva yang lebih besar dari hutang lancarnya. Jadi, dengan melihat likuiditas suatu perusahaan pihak kreditur juga dapat menilai nbaik buruknya suatu perusahaan tersebut. Oleh karena itu sangat penting bagi perusahaan untuk dapat memperhatikan likuiditasnya.

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/investing/2145815-pengertian-likuiditas/#ixzz1g16UrDX4