Demikian dikatakan Direktur Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (15/11). Reverse repo (repurchase agreement) merupakan fasilitas yang diberikan BI bagi perbankan dalam penyediaan kebutuhan likuiditasnya.

Dalam hal ini perbankan dapat mencairkan instrumen keuangan yang dimilikinya seperti surat berharga negara (SBN) dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. Sampai saat ini, SBN yang dimiliki BI mencapai Rp60 triliun

“Itu juga bagian bagaimana kita mengelola likuiditas di pasar uang sehingga bank-bank yang selama ini memang akses kepada pasar uang terbatas bisa menggunakan mekanisme itu lebih besar,” jelasnya.

Menurut Perry, wajar jika perbankan memanfaatkan fasilitas tersebut. Pasalnya, perbankan akan menggunakannya untuk pendanaan atau memperkuat likuiditas untuk melakukan ekspansi.