YOGYAKARTA – Ancaman krisis ekonomi di belahan Eropa telah membuat dunia was-was akan dampak terjadinya krisis ekonomi global. Kondisi tersebut mulai diantisipasi oleh pihak perbankan nasional. Salah satunya adalah Bank Mandiri. Bahkan telah menyiapkan dana likuiditas jika ada penarikan dana secara besar-besaran dari nasabah apabila terjadi goncangan krisis ekonomi. “Bank Mandiri menyiapkan dana likuiditas untuk uang rupiah Rp 22 triliun dan satu miliar dolar untuk mata uang dolar,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini, kepada wartawan usai mengisi kuliah umum di Grha Sabha Pramana UGM, Jumat (7/10).

Zulkifli Zaini menuturkan, Bank Mandiri memiliki modal sebesar 56,6 triliun sebagai hasil akumulasi laba. Modal dari akumulasi laba tersebut, diakui Zaini, merupakan yang terbesar dibandingkan kepemilikan modal laba bank-bank lain di Indonesia. “Akumulasi laba membuat laba dan modal kita lebih besar, satu-satunya bank dengan modal di atas 50 triliun, memenuhi syarat sebagai bank internasional,” tuturnya.

Sementara itu, jumlah laba yang dihasilkan Bank Mandiri hingga Juni 2011 mencapai 6,3 triliun rupiah. Jumlah laba ini naik 44 persen dibandingkan dengan nilai laba yang dihasilkan pada bulan yang sama tahun lalu. “Bulan Juni tahun lalu, laba kita capai 4 triliun hingga tutup tahun capai 9,2 triliun,” katanya.

Dalam kuliah umum yang disampaikan di hadapan ratusan mahasiswa, Zaini menyebutkan Bank Mandiri menggelar program edukasi di 198 sekolah dan 13 perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program tersebut diikuti oleh 3.600 siswa SD, SMP, dan SMA serta 3.500 mahasiswa. Selain menggelar edukasi, Bank Mandiri juga mendirikan school banking di sekolah dasar dan lanjutan untuk memperluas pengetahuan dan wawasan pelajar di bidang perbankan.

Kegiatan Mandiri Edukasi yang bertema “Kesungguhan Mencerdaskan Anak Negeri Meraih Prestasi” tersebut merupakan salah satu grand strategy program bina lingkungan di bidang pendidikan. “Pendidikan merupakan salah satu pilar yang menyokong kemajuan Indonesia,” katanya.

Terkait dengan pendirian school banking, Bank Mandiri mengalokasikan 6,93 miliar rupiah untuk membangun ruangan, menyediakan komputer dan buku-buku perbankan, serta untuk pelatihan para siswa tentang mini banking. Menurut Zulkifli, pendirian school banking merupakan upaya untuk menciptakan sumber daya berkualitas yang dapat membawa industri perbankan Indonesia menjadi pemain utama di dunia internasional.

Disampaikan pula bahwa Bank Mandiri menyalurkan beasiswa Mandiri Prestasi sebesar 18,88 miliar rupiah bagi 360 mahasiswa dari 18 perguruan tinggi. Selain itu, Bank Mandiri membantu pengadaan buku perpustakaan untuk 98 sekolah senilai total 490 juta rupiah dan turut serta memperbaiki sarana pendidikan di 12 perguruan tinggi dengan alokasi dana 16,8 miliar rupiah. Sementara itu, untuk memperkuat pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi, Bank Mandiri melakukan Training of Trainer di sebelas kota di berbagai wilayah Indonesia bagi 1.200 dosen dari 240 perguruan tinggi. “Dana Bina Lingkungan yang telah disalurkan Bank Mandiri hingga Juni tahun 2011 sebesar 40,99 miliar rupiah untuk berbagai kegiatan,” pungkasnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)