Desa Paling Ajaib di Dunia

Desa dengan hamparan sawah yang membentang, udara yang sejuk, serta suasana yang tenang, itu sudah pasti indah. Tapi, berkunjung ke desa ‘kurcaci’ dan desa ajaib lainnya, pasti akan terasa berbeda.

Keunikan sebuah desa seringkali menjadi daya tarik wisatawan. Desa-desa ini yang tampil memukau wisatawan dengan segala keunikannya. Mulai dari desa kurcaci, sampai desa modern yang bebas polusi karena masih menggunakan perahu sebagai alat transportasinya.

Berikut 3 desa paling Ajaib dan unik di dunia : 

1. Dwarf Empire, Desa Kuraci di China

Gambar

Kerajaan kurcaci, begitulah panggilan umum untuk Dwarf Empire. Dwarf Empire merupakan sebuah desa di Bukit Xishan, pinggiran Kota Kunming, Yunnan,yang dihuni kurang lebih 100 manusia kerdil.
Tidak hanya unik karena seluruh penduduknya bertubuh kerdil, tapi semua pernak-pernik yang ada di desa ini juga berukuran mini. Mulai dari rumah jamur, warna-warni rumahnya yang lucu, serta beberapa fasilitas yang juga berukuran mini, sering kali mengundang tawa wisatawan.

Dalam situs resmi Kota Gokunming yang detikTravel kunjungi, sekitar 100 manusia kerdil kini menjadi bagian dalam kekaisaran yang dikenal dengan nama Dwarf Empire. Layaknya kerajaan sesungguhnya mereka juga memiliki kaisar, permaisuri, dan putri!
Penduduk Dwarf Empire ini memiliki cara yang unik agar semakin menarik minat wisatawan. Dua kali sehari, seluruh penduduk Dwarf akan memberikan suguhan menarik untuk para tamunya.
Mereka menggunakan kostum yang menunjukkan beberapa profesi. Lucunya, ada yang menggunakan baju ala peri, kaisar, putri, pengusaha, dan lainnya. 

2. Giethoorn, Belanda, Desa Paling Bebas Polusi di Dunia

Gambar

Di zaman modern ini masih ada desa yang tidak menggunakan kendaraan bermotor. Buktinya, Desa Giethoorn di Belanda masih bisa menjaga keasriannya dengan tidak menggunakan kendaraan bermotor.
Setiap harinya, penduduk di desa ini menggunakan perahu atau sepeda sebagai alat transportasinya. Bahkan Giethoorn yang sudah menjadi desa modern dibuat mengapung di atas air. Kebiasaan unik penduduk Giethoorn ini pun menjadi kegiatan yang justru membuat wisatawan dunia merasa takjub.
Seperti yang detikTravel lansir dalam situs Zwaantje, setiap hari penduduk di sini menggunakan kano, atau menyewa perahu. Giethoorn pun menjadi desa paling bebas polusi di dunia.
Air yang jernih dengan lanskap kiri-kanan yang berhiaskan pohon rindang menjadi teman selama perjalanan wisata Anda di desa ini. Desa yang mendapat julukan ‘Venesia dari Belanda’ ini pun menjadi salah satu wisata populer di Negara Kincir Angin.

Ya, wara-wiri penduduk atau wisatawan terlihat di atas kanal dengan kano atau perahu yang mereka dayung. Di setiap rumah, Anda akan melihat tangga yang mengarah langsung ke kanal atau jembatan kayu yang menghubungkan setiap rumah dengan daratan.

3. Huangluo, China, desa yang perempuannya punya rambut 1,7 meter

Gambar.

Sekilas tidak ada yang unik dari desa yang berada di sebelah barat laut Guangzhou, China, ini. Tapi kalau berkunjung pada musim panas dan gugur, barulah Anda melihat keunikan desa tersebut.
120 Perempuan di desa ini menjadikan rambut mereka sebagai daya tarik untuk wisatawan. Ya, wanita-wanita desa ini punya rambut dengan panjang yang tidak wajar.
Melihat situs Odditycentral, rata-rata perempuan di sini rata-rata memiliki rambut sepanjang 1,7 meter. Bahkan ada satu orang perempuan yang memiliki rambut terpanjang, yaitu 2,1 meter. Prosesi mencuci rambut di sungai menjadi pemandangan yang sangat menarik untuk pelancong.

Para perempuan Desa Huangluo selalu mengikat atau menyanggul rambut mereka. Mereka memiliki kepercayaan kalau rambut yang terurai tidak boleh terlihat oleh laki-laki kecuali suami dan anak-anak. Namun seiring perkembangan zaman, kepercayaan ini mulai luntur.
Huangluo memang sangat unik! Kepercayaan dan masyarakatnya mulai terkenal hingga ke penjuru dunia. Saking uniknya, desa ini justru lebih dikenal dengan nama Desa Rambut.
Tidak hanya keindahan alam dan panoramanya saja yang bisa Anda lihat dari sebuah desa. Kepercayaan serta perilaku penduduknya pun bisa jadi hal yang sangat unik, hingga menjadi nilai lebih mereka di mata dunia.

Sumber: http://terselubung.blogspot.com/2013/02/desa-paling-ajaib-di-dunia.html

Sampingan

La Masia: Disinilah Semua Keindahan Itu Berasal

Mungkin bukan cuma Barcelona yang mempunyai akademi sepakbola untuk pemain muda, semua klub pasti akademi sepak bola untuk para pemain muda nya. Ajax, AC Milan dan Manchester United pun mempunyai akademi sepakbola yang hebat dalam menghasilkan pemain – pemain muda yang berbakat. Namun mungkin sekarang cuma La Masia yang paling konsisten menghasilkan pemain muda yang berbakat dan mereka semua di didik untuk menghasilkan satu tujuan filosofi Barcelona yaitu ‘Keindahan.

Markas La Masia di tempat bangunan yang berasal dari abad ke 18, sebuah rumah bekas peternakan yang terletak di bawah bayangan stadion Camp Nou. Akademi ini mulai berjalan sejak 26 September dan diresmikan sebagai pusat pelatihan tim junior Barcelona pada oktober 1979, La Masia menjadi salah satu kamp paling lengkap dan ideal untuk talenta muda yang berbakat. sampai sekarang La Masia telah menghasilkan hampir 500 pemain muda yang memilik talenta luar biasa di sepakbola. Mungkin tidak semuanya berhasil di Barcelona ( Senior ) namun mereka tersebar luas di seluruh klub di Eropa dan menjadi pemain andalan di klub nya masing – masing. contoh nya mungkin fabregas (Arsenal), Reina ( Liverpool ), Arteta ( Everton ) dan masih banyak lagi.
La Masia terdiri dari 15 tim, 290 pemain dan 110 pegawai. Dari 290 pemain itu 90 % nya berasal dari Spanyol dan 50 % nya adalah putra asli Catalan. Kegiatan di La Masia di mulai jam 7 pagi dengan kelas sekolah seperti sekolah umum. Tentu nya selain dilatih sepakbola yang baik, para pemuda ini harus dilatih pendidikan formal nya juga. Mereka sekolah sampai jam makan siang setelah itu break dan di lanjutkan dengan belajar individu selama selama dua setengah jam. Tepat jm 6 sore barulah mereka latihan sepakbola di kamp latihan Saint Jan Despi. Jam 9 malam mereka akan makan malam bersama dan jm 11.30 malam lampu asrama akan di matikan dan mereka harus beristirahat.
Di usia yang sudah 30 tahunan La Masia tetap konsisten setiap musim nya memberikan pemain – pemain muda potensial untuk di promosikan ke tim Barcelona senior. Semua nya sudah di bekali dengan satu dasar sepakbola di La Masia yaitu keindahan. Pep Guardiola, pelatih Barcelona saat ini yang juga almunus La Masia pernah berkata ‘Masuk ke La Masia seperti masuk ke awal dunia mimpi, setelah lulus dari sana baru lah kita harus melanjutkan mimpi itu, mimpi yang sangat indah’. Sedangkan menurut Leo Messi yang mungkin menjadi lulusan terbaik La Masia sepanjang masa, ‘ Di La Masia kami tidak dilatih sepakbola untuk menang, kami dilatih untuk mengembangkan bakat kami, mengembangkan dengan keindahan’
Ya Guardiola, Messi adalah salah satu contoh lulusan La Masia yang berhasil melanjutkan mimpi nya dengan keindahan. Xavi, Iniesta, Puyol, Pedro, Busquet ( ayah nya Carles Busquet adalah mantan kiper Barcelona di era 90’an akhir dan juga lulusan La Masia), Pique, Bojan, Valdes pun sekarang sedang melanjutkan mimpi mereka secara indah. Mungkin kalo di sebutkan satu- satu lulusan La Masia yang berhasil sejak dulu akan sangat banyak. Nama La Masia semakin harum setelah Messi, Xavi dan Iniesta masuk dalam calon pemain terbaik dunia, baru kali ini ada 3 sekaligus pemain dari lulusan akedemi yang sama masuk dalam calon pemain terbaik dunia. Ini bisa dibilang juga kemenangan filosofi indah La Masia.

Saya akan sedikit berbagi cerita singkat tentang masa awal 3 Calon pemain terbaik dunia ( akhir nya Leo Messi yang terpilih menjadi pemain terbaik dunia 2010) ini di La Masia dan bonus nya cerita singkat pelatih Pep Guardiola dan Kapten Carles Puyol.

– Leo Messi 

Sejak umur 5 tahun Messi sudah mempunyai skill yang di atas rata2 pemain seusia dia, bermain untuk klub Newell’s Old Boys dari tahun 1995 – 2000. Namun saat kecil dia mengalami masalah dengan hormon nya sampai klub nya tidak mampu lagi membiayai biaya terapi hormon untuk nya. Bakat nya yang luar biasa tercium oleh Barcelona, Barcelona pun mengajak nya untuk ke Catalan dan akan membantu nya untuk terapi hormon. Akhir nya Messi menimba ilmu di La Masia sejak tahun 2000 ( 13 tahun ) pelatih Barcelona B saat itu Carles Rexach berkata ‘ saya hanya butuh waktu 10 menit saat pertama melihat dia bermain untuk meyakinkan kalo dia akan menjadi pemain besar dan terbaik di dunia’. Di La Masia pun Messi sudah menjadi andalan untuk mencetak goal, aksi menggiring bola nya membuat media2 di Spanyol mulai membandingkan dengan Maradona. Cukup 4 tahun waktu Messi di La Masia sampai dia di promosikan ke tim senior Barcelona dan sampai sekarang menjelma menjadi pemain terbaik di dunia. Dan saya beruntung menjadi salah satu saksi goal pertama Messi untuk tim Barcelona Senior saat melawan Albacete tanggal 1 May musim 2004 – 05 saat usia nya masih 17 tahun dan masih memakai nomor punggung 30. Mungkin kalo dia tetap berada di Argentina dia belum tentu menjadi pemain besar seperti sekarang. La Masia memang tempat yang pas untuk dia.

Xavi Hernandez

Seperti orang Catalan lain nya yang ingin anak nya menjadi pemain Barcelona, kedua orang tua Xavi memasukan dia ke La Masia sejak 1991 ( umur 11 tahun ). Namun saat tes pertama masuk ke La Masia dia tampil buruk dan di perjalanan pulang dia sedih karena takut tidak di terima masuk ke La Masia. Namun bakat nya yang luar biasa tetap membuat nya masuk La Masia. Dia awal nya bercita2 ingin menjadi penyerang karena ingin di ingat orang banyak setelah mencetak goal, namun tim pelatih La Masia punya rencana lain untuk nya. Dengan skill menguasai bola yang bagus dan Xavi kurang memiliki kecepatan untuk menjadi penyerang akhir nya dia di tempat kan sebagai playmaker dan ternyata disitu lah posisi ideal bagi nya. Dia pun menjelma menjadi Playmaker yang tangguh dan terkenal di La Masia. Saat di promosikan ke Barcelona senior dia sempat di goda oleh Ac Milan dengan bayaran 4x lipat dari yang di terima di Barcelona. Sang ayah sangat tertarik dengan tawaran itu, namun ibu nya mengancam kalo sang ayah menerima tawaran Ac Milan maka dia akan minta di ceraikan. Dan akhirnya Xavi tetap di Barcelona sampai sekarang. Entah apa jadi nya kalo saat itu sang ayah tetap menerima pinangan Ac Milan

– Andres Iniesta
Dia bukanlan putra asli catalan, dia juga awal nya belajar sepakbola di klub kota kelahiran nya Albacete 1994–1996, bakat nya tercium oleh La Masia sehinga mereka menawarkan nya untuk pidah ke La Masia. Awalnya dia takut untuk pindah karena tidak ingin jauh dari kedua orang tuanya. Namun orang tuanya mengatakan kalau dia ingin menjadi pemain besar dia harus ke Barcelona. Akhir nya 1996 ( 12 tahun ) Iniesta pindah ke La Masia dan disana dia menjadi kapten saat menjadi juara kejuaraan Nike u-15 dan menjadi pemain terbaik. Saat itu Pep memberikannya Jerey Barcelona nya dan ditanda tangani ‘untuk pemain terbaik yg pernah saya lihat’ dan Pep adalah idola Iniesta sejak kecil. Sejak di La Masia Iniesta juga rajin mencetak goal selain memberi assist kepada striker. Itulah salah satu kelebihan nya yang sangat di sukai oleh staff pelatih di La Masia. Setelah 6 tahun di gembleng di La Masia, tahun 2002 iniesta di promosikan ke tim utama dan menjadi tandem yang sepadan untuk xavi di lini tengah Barcelona maupun timnas Spanyol sampai sekarang. Dan mungkin dia di takdirkan untuk mebuat goal penting dalam karir nya seperti goal nya ke gawang Chelsea di semifinal liga champions tahun 2008/2009 dan tentu nya goal nya ke gawang Belanda di final piala dunia 2010.
– Carles Puyol
Putra asli Catalan dan bergabung di La Masia sejak tahun 1996. Awalnya di La Masia dia adalah seorang bek kanan yang sangat tangguh dan rajin membantu penyerangan, dia salah satu pemain di La Masia yang mempunyai fisik yang luar biasa di angkatan nya menurut data resmi dari La Masia. 3 tahun cukup membuat nya semakin matang dan di promosikan ke Barcelona senior, dia pun tetap melanjutkan karir nya sebagai bek kanan, sampai akhir nya Frank Rijkard mengubah posisi nya menjadi bek tengah dan dengan aksi heroik nya di lapangan sampai sekarang Puyol bisa di bilang simbol pemimpin dan kekohan benteng bangsa Catalan.
Pep Guardiola
Mungkin setelah Johan Cruyff dia adalah calon legenda Barcelona selanjut nya, bukan hanya karena prestasi nya sebagai pemain di Barcelona tapi sebagai pelatih di La Masia ( Barcelona B ) dan sekarang di Barcelona senior. tak heran kalo sejak dia melatih Barcelona, Barcelona semakin di isi oleh alumni2 La Masia karena dia sudah mengenal para pemain terbaik di La Masia dan di promosikan ke Barcelona senior. Dia mulai masuk ke La Masia sejak 1984 ( umur 12 tahun ) dan tahun 1990 di promosikan ke tim Barcelona senior. Dia salah satu pemain kesukaan Johan Cruyff tak heran tak lama sejak bergabung di tim senior dia selalu menjadi pemain inti dan sejak Bakero pensiun dia menjadi kapten Barcelona. Di era kepelatihan nya sekarang Barcelona sangat menikmati keindahan dan kejayaan tim nya bersama para alumnus La Masia di dalam nya.
Itulah cerita singkat La Masia yang saya ketahui, permainan cantik Barcelona yang selama ini kita nikmati berawal dari La Masia. Suatu tempat yang sangat luar biasa. Tempat yang menjadi idaman semua talenta muda di dunia untuk berlatih sepak bola. Mungkin kalo saja akademi sepakbola bisa menjadi salah satu dari 7 keajaiban di dunia, La Masia pasti masuk ke dalam nya. Tahun 2012 La Masia akan pidah tempat ke tempat yang jauh lebih modern, namun bangunan kono itu itu akan tetap menjadi saksi bisu lahir nya sebuah keindahan untuk sepakbola. Dan di tempat yang baru nanti semoga keindahan itu akan tetap terlahir. Visca Barca!
Photo Gallery La Masia
PS: Zacharie Lionel Enguene Onana
Dia mungkin sekarang bukan siapa – siapa, tapi di Catalan dan La Masia dia dipercaya akan menjadi penerus era keindahan dari La Masia. Pemuda Kamerun kelahiran 1996 di sebut – sebut sebagai penerus Samuel Eto’o

Seminari “La Masia”

Seminari dikenal sebagai sekolah para calon imam. Menilik dari akar katanya, seminari berasal dari kata dalam bahasa Latin “seminare” yang berarti menyemai. Seminarium berarti tempat persemaian. Nah, menilik dari akar katanya agaknya sah-sah saja jika saya menyebut sebuah akademi sepakbola macam La Masia sebagai “Seminari”, apalagi kalau kita lihat filosofi La Masia yang akan diuraikan di bawah. La Masia merupakan rumah para pemain muda Barcelona, dengan kisaran umur sekitar 10 hingga 18 tahun. Mereka memainkan beberapa cabang olah raga, yakni sepak bola, basket, futsal, hoki dan sepatu roda. Yang terkenal tentunya  sepak bola. Banyak alumni La Masia menjadi bintang sepak bola terkenal saat ini, seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Gerard Pique, Pedro Rodriguez, Cesc Fabregas, dsb. Pelatih hebat FC Barcelona saat ini, Joseph “Pep” Guardiola juga alumni akademi ini.

Rumah batu La Masia, yang dibangun pada tahun 1702, sudah resmi ditutup pada tanggal 13 Juni 2011. Namun pendidikan tetap dilanjutkan di tempat yang lebih luas. FC Barcelona menyediakan lokasi baru pengembangan akademi La Masia di wilayah Saint Joan Despi, yang diberi nama “Ciutat Esportiva Joan Gamper”

Kualitas Pribadi, bukan Pemain Hebat

“Memang baik mencetak pemain berkualitas, tapi jauh lebih penting mencetak pemain dengan pribadi yang bagus” demikian Ruben Bonastre, wakil direktur akademi La Masia menjelaskan pada majalah Bola (Edisi Premium, April 2011), “Di La Masia, kami memastikan para pemain diberi pelajaran tentang hidup.”

Menurut Bonastre, La Masia memang mencari dan mendidik orang muda dengan bakat sepakbola yangbaik. Namun yang terpilih adalah yang kualitas pribadinya juga bagus. Dia memberikan contoh,”Di masa lalu banyak sekali pemain yang memiliki talenta sepak bola jauh lebih bagus dari Messi, jauh lebih cepat dari Pedro, dan jauh lebih lengkap dari Xavi, akan tetapi mereka tak terpilih masuk tim senior karena pribadi mereka tidak sejalan dengan filosofi Barca. Mereka itu adalah siswa yang gemar tidur larut malam, yang suka bepergian ke disko atau kelab malam, gemar berpacaran, serta siswa yang tidak bisa menghargai dan menghormati orang lain.”

Pemain sepakbola terkenal berlimpah dengan kekayaan. Banyak cerita tentang selebritis sepak bola yang dengan kekayaannya memiliki gaya hidup yang aneh-aneh. Namun agaknya hal ini tidak berlaku bagi para alumni La Masia. Apakah anda pernah mendengar perilaku hidup aneh dari mereka? Yang acapkali kita dengar adalah bagaimana kualitas pribadi mereka tetap muncul di tengah berlimpahnya materi. Baru-baru ini, misalnya, ketika Lionel Messi dipuji setelah menjadi “runner up” pencetak gol FC. Barcelona sepanjang masa mengalahkan Ladislao Kubala (1950 – 1961),  dan sangat berpotensi untuk melampau capaian Cesar Rodriguez (1942 – 1955) di akhir musim kompetisi ini, ia toh tetap low profile. “Rekor Cesar bukanlah tujuan saya. Semakin banyak goal yang saya sarangkan, semakin baik, bukan untuk memecahkan rekor tetapi untuk memenangkan gelar bagi tim. Hal ini akan menjadi sejarah untuk setiap orang, bukan capaian individual,” demikian ia sampaikan di situs resmi klub.

http://www.fcbarcelona.com

Mengapa Harga Tiket Penerbangan pesawat Berubah-ubah ???

Umumnya semua pihak maskapai menjual tiket pesawat yang terdiri dari berbagai tingkatan kelas,dimana kelas tersebut hanya memiliki jumlah kursi (seats) yang terbatas dan masing-masing kelas memiliki harga berbeda-beda sesuai peraturan dan ketentuannya.Masing-masing Pihak maskapai pun memiliki sistem reservasi komputer (CRS) atau yang lebih dikenal dengan SISTEM ONLINE yang mengatur Reservasi pemesanan dan perkembangan situasi, kondisi informasi (up-to-date),serta ketersedian kursi yang diperjual belikan setiap harinya.
Hal yang menyebabkan harga tiket pesawat berubah-ubah yang tergantung kepada:

1. Kondisi ketersedian kursi (Pasar) dan Musim.
Banyaknya jumlah penumpang yang bepergian pada saat musim liburan dan Non-liburan menjadi salah satu pemicu harga yang selalu berubah-berubah.Kondisi pada saat musim liburan (High Seasson) dan musim sepi(Low Seasson) berdampak hebat bagi usaha penerbangan,dimana permintaan jumlah kursi/tiket yang melebihi membuat harga membludak ataupun sebaliknya jatuh,misalnya pada saat liburan sekolah ataupun menjelang hari-hari besar dimana jumlah permintaan lebih banyak bahkan bisa melebihi jumlah kursi yang disediakan pihak penerbangan.Sedangkan dimusim sepi(Low Seasson) permintaan kursi berkurang 75 % dari musim Liburan(High Seasson),bahkan pihak maskapai akan memberikan kejutan harga promosi untuk menarik perhatian masyarakat sekaligus untuk mempromosikan harga agar tidak terlalu monoton serta untuk memanjakan pelanggan yang rutinitas perjalanannya memakai pesawat.

2. Berubahnya harga Avtur minyak dunia.
Kondisi harga Avtur minyak dunia yang berubah-ubah turut mempengaruhi harga tiket pesawat,karena avtur merupakan bahan bakar pesawat terbang yang dibutuhkan untuk melakukan proses perjalanannya setiap rute penerbangan.Avtur juga merupakan perangkat harga atau yang lebih kita kenal sebagai Fuel Surcharge(FS).

Harga tiket pesawat terbang terdiri atas empat komponen yaitu:
1. Basic Fare (harga dasar )
2. PPn 10 % dari Basic fare
3. Iuran Wajib Jasa Raharja (IWJR)
4. Fuel Surcharge (FS)

Setiap pihak maskapai memiliki sistem reservasi yang berbeda-beda seperti: SISTEM GABRIEL,SISTEM ARGA,SISTEM ABACCUS,SISTEM GALILEO dan lain-lain. Dimana melalui sistem tersebut kita bisa melihat keadaan harga ,kursi yang masih tersedia dan informasi (up-to-date)yang berkaitan dengan reservasi .Selain dari sistem tersebut kita juga bisa melihat sistem yang telah disediakan pihak maskapai dalam situs internet yang sengaja dibuat untuk sekedar mengecek harga,tetapi terkadang informasi yang diberikan dari website kurang up-to-date.

Grandstand Baru Persembahan Mugello Untuk Simoncelli

 

Grandstand Marco Simoncelli di Mugello

Menjelang GP Gran Premio d’Italia TIM tanggal 15 Juli mendatang di Mugello, pemilik sirkuit tersebut memutuskan membuat grandstand baru persembahan bagi mendiang Marco Simoncelli.

Terletak di grandstand yang bisa menampung 1500 penonton,  yang lokasinya berada di tikungan spektakuler dan menantang, Arrabiata, mereka memasang nomor kebanggaan Simoncelli, #58.

Paolo Poli, CEO Sirkuit Mugello menyatakan : “Kami mendedikasikan grandstand dan mencirikannya dengan angka #58, ini adalah tribut bagi Marco Simoncelli, Sirkuit Mugello ingin mengenang juara yang sangat mencintai trek ini dan yang telah menggoreskan kenangan indah di sejarah dunia balap motor”.

RAHASIA KESUKSESAN BARCELONA

Selama 4 tahun Pep melatih Barca, sudah 14 gelar diraihnya bersama Barca. Suatu pencapaian yang fenomenal kan? Jarang-jarang loh ada yang bisa sukses begitu.  Jujur, sering kali Barca terlihat superior terhadap tim-tim lain, meski kadang juga terlihat seperti pecundang. They are human after all.   Sebenarnya, apa sih rahasia Pep sehingga bisa menjadikan Barca semacam The Dream Team? Apakah rahasia tersebut bisa dipraktekan terhadap tim lainnya? Jika bisa, kenapa AS Roma dan Swansea tidak begitu bagus? Well, let’s get down to this, shall we.

Tiki Taka

Ok, ini adalah rahasia utama dalam strategi Barcelona selama ini. Sebenarnya ini adalah rahasia umum yang sudah diketahui oleh banyak orang. Sangat naif jika menganggap kesuksesan Barcelona terletak dari skill individual seseorang saja. Kenapa? Karena tiki taka adalah permainan yang mengandalkan kolektifitas tim. Sangat mustahil untuk mempraktekan tiki taka jika diisi oleh para pemain yang memiliki tingkat egoisme tinggi. Apakah Messi individualis? Well, orang mengatakan Messi seorang yang egois sebaiknya mengecek statistik musim 2011/12, karena Messi membuat 29 assist. Assist tertinggi pemain Barcelona di musim 2011/12. Xavi sendiri hanya membuat 14 assist. Berbeda jauh kan??

Namun, apa sebenarnya tiki taka? Apakah sama dengan total footbal yang diciptakan oleh mantan pelatih Barca, Ajax dan juga timnas Belanda, Rinus Michels? Untuk menjawab 2 pertanyaan tadi, maka kita mesti faham terlebih dahulu apa itu total football. Total football adalah skema permainan/strategi yang mengedepankan fluiditas (fleksibilitas) para pemain dalam menyerang dan bertahan. Maksudnya, seorang pemain dapat berganti posisi atau merubah peranan dia jika hal tersebut menguntungkan tim. Bahkan seorang kiper pun akan menjadi sweeper yang akan maju kedepan (masih di area pinalty) untuk melakukan man-to-man duel. Singkat kata, free roll. Namun, fluiditas ini hanya boleh dilakukan JIKA pemain lain yang berada di posisi yang sama bisa mengkover. Contoh: center back bisa membantu penyerangan, namun center back lainnya dan defensive midfielder mesti menutup lubang yang ditinggalkan. Lihat gambar di bawah.
Jika melihat skema diatas, maka ketika CB naik ke atas, maka DM akan menutup lubang yang ditinggalkan oleh CB. Faham kan? Maaf jika hasil karya saya tersebut agak tidak nyaman di mata. Saya masih kesulitan menggunakan Corel dan Windows Paint.

Jika begitu, apa perbedaannya dengan tiki taka? Bukankah Puyol dan Pique sering maju kedepan? Well, ada benarnya, tiki taka memang mirip dengan total football. Lebih dari itu, tiki taka adalah penyempurnaan dari total footbal yang diciptakan oleh Pep. Pep mesti menciptakan strategi baru dikarenakan para pemain Barcelona rata-rata pendek. Jika bermain bola-bola atas, maka tidak akan efektif. Pep yang mendapat didikan dari Johan Cruyff ketika masih bermain di Barca, secara tidak langsung mempraktekan apa yang didapatnya ketika masih menjadi pemain. Cruyff sendiri mendapat ilmu total football tersebut dari Rinus Michels ketika bermain di Ajax dan timnas Belanda.

Namun apa ciri khas dari tiki taka? Apakah bisa diterapkan oleh tim lain? Mudah untuk dilihat, meski oleh seorang awam sekalipun. Yaitu umpan-umpan pendek menyusur tanah dan bermain dari possessifitas. Minimal 3 pemain lainnya mesti cepat membantu rekan lainnya yang memegang bola, sehingga tercipta segitiga. Segitiga ini akan membuat pemain yang memegang bola memiliki opsi banyak untuk mengoper dan menyusahkan tim lawan karena tidak mengetahui kemana arah bola selanjutnya dan akan mengejar bola terus sehingga staminanya terkuras. Itu sebabnya Barcelona selalu menguasai bola dan memiliki jumlah passing terbanyak di setiap petandingan. Syarat utama dari tiki taka adalah hal dasar dari sepakbola yaitu kemampuan passing dan team work. Sedangkan syarat utama dari total football adalah lebih ke visi dalam bermain.

Ketika Barca kehilangan bola, maka Barca akan langsung melakukan pertahanan dari lini depan. Hal ini penting karena tiki taka masih menganut sistem total football, yang artinya CB terkadang maju kedepan. Sebelum CB sampai ke posisi awalnya, maka pertahanan mutlak dilakukan dai lini depan. 1 atau 2 pemain akan cepat mengejar pemain lawan yang memegang bola.

Meski Barca di bawah asuhan Pep bermain tiki taka, namun masih tetap memakai striker tinggi, seperti Ibra, Eto’o, Henry dan David Villa. Hal ini dikarenakan Pep masih memakai Plan B atau rencana cadangan untuk bermain crossing-crossing dari sayap. Plan B ini bisa juga di sebut rencana campuran, karena para pemain masih memakai tiki taka dari area pertahanan sendiri, namun ketika sampai ke area pertahanan lawan, akan memakai umpan lambung.
Jika memakai rumus, maka: Fluiditas + visi + mix passes = total football. Fluiditas + visi + short passes + segitiga + ball possession + team work = tiki taka. Faham kan perbedaannya.

Motivasi

Setiap Barca akan bermain, maka Pep akan memotivasi para pemain. Ketika Abidal sedang menjalani operasi, Pep berkata kepada semua pemain,”Apakah kalian sadar sekarang, ketika kalian letih dan menganggap hidup itu susah (tidak adil), ada seseorang yang bermain sebanyak 13 pertandingan dengan sesuatu di dalam tubuhnya (tumor)? Okey, saya tahu kita capek, tapi ada prioritas yang harus dijalani. Kita sehat, sedangkan Abi (yang sedang sakit) adalah contoh nyata bagi kita (untuk tetap berjuang)”. Saya sedih jika membaca apa yang Pep katakan tersebut. Karena mengajarkan kita untuk menghargai apa yang kita punya, karena diluar sana masih banyak orang yang mendambakan dan menginginkan apa yang kita punya sekarang. So, rajin-rajinlah bersyukur, karena bersyukur adalah hal yang mudah dan gratis.
Bahkan mantan PR yang juga sahabat Pep, Manel Estiarte berkata bahwa Pep selalu memotivasi para pemain setiap hari dan harus menciptakan contoh nyata yang dapat diteladani oleh para pemain. Logikanya, jika salah satu pemain kehilangan gairah untuk bermain maka akan mengganggu ritme permainan Barcelona yang mengedepankan team work.

Suasana Kamar Ganti

Ini mungkin menyangkut individu pemain. Telah saya sebut diatas, jika tiki taka mengedepankan kerjasama tim. Egoisme patut di redam demi keharmonisan dan skema permainan tim. Setiap pemain Barca yang egois, maka tidak lama kemudian akan dijual. Contoh kongkrit, Ibra. Ibra sempat protes karena Messi menempati posisinya di tengah. Sedangkan kala itu Messi di plot di sayap kanan. Perilaku Ibra yang tidak masuk akal dan terkesan melecehkan Pep sebagai pelatih yang mesti dihormati apapun keputusannya, sangat mengganggu keharmonisan tim. Maka di awal musim 2010/11 Ibra dipinjamkan ke AC Milan yang akhirnya di beli oleh tim asal Itali tersebut meski sempat bermain di 1 pertandingan untuk musim 2010/11.

Off The Pitch

Poin ini mungkin poin eksternal yang turut membangun permainan Barcelona. Tidak pernah ada isu jelek tentang kelakuan para pemain Barcelona di luar lapangan ketika Pep menjadi pelatih. Jika tim lain selalu dibuat susah oleh kelakuan para pemainnya yang sering mabuk-mabukan, berkelahi di bar, kecelakaan karena memacu mobilnya melebihi batas maksimal, melakukan trash talk di sosial networking dan bahkan ada pemain dari klub lain yang sampai berselingkuh dengan istri rekan satu timnya!
Adakah isu tentang keburukan pemain Barca?? Sampai sejauh ini saya hanya mendengar kenakalan Pique yang melanggar pantangan dengan bermain ski air (jet ski?) ketika libur musim panas lalu. Pantangan tersebut dibuat karena dikhawatirkan dapat membuat pemain cidera. Konsekuensinya? Pique jarang bermain.  Pique memang terkenal karena kekonyolan dan kelucuannya.
So, untuk menjaga kebugaran pemain, terhindar dari resiko cidera dan dapat merugikan Barcelona sendiri, maka Pep membuat beberapa peraturan. Saya pun sangat yakin Pep melakukan pembicaraan dengan semua pemain tentang kesadaran pemain untuk menjaga diri demi karir mereka. Logikanya gini, jika pemain A bersikap “nakal”, maka hal tersebut akan merugikan sang pemain sendiri. Seorang pemain profesional tentu sangat mendambakan untuk terus bermain. Contohnya Puyol yang sampai umur 34 masih bermain karena jauh dari masalah dan gaya hidup yang salah, berbanding terbalik dengan Ronaldinho sekarang. Perilaku Puyol ini sepertinya ditiru oleh Messi yang jauh dari hedonisme.

In The Pitch

Ketika saya melihat wawancara Pep yang berkata bahwa Barcelona bermain dengan hati, antusiasme dan gairah yang tinggi, saya kurang faham maksud dari Pep tersebut. Namun ketika saya mempelajari permainan Barcelona dari pertandingan ke pertandingan, saya akhirnya faham. Para pemain bermain dengan kesungguhan dan tulus. Mereka masih bisa tersenyum ketika bermain, seakan bermain tanpa beban. Padahal, ekspektasi yang dibuat oleh media-media terhadap tim, sangat-sangatlah tinggi. Nama besar Barcelona mengharuskan mereka menang dengan mudah, meski pada dasarnya mereka hanya manusia biasa seperti kita.
Saya heran (dan saya yakin banyak orang yang heran) dengan Messi yang selalu bermain. Apakah ada klausul tertentu yang mewajibkan Messi untuk selalu bermain? Apakah Messi mengkonsumsi doping agar selalu dapat bermain? Hahaha Pertanyaan terakhir silly ya?  Dan akhirnya saya tahu jawabannya: karena Messi -dan para pemain lainnya- bermain dengan gairah. Bermain karena kecintaan mereka terhadap permainan ini. Kasar kata, mereka bermain demi sensasi yang ditimbulkan karena permainan ini.

La Masia

Poin ini adalah poin pendukung dari rahasia Barca. Pemain muda didik untuk mengedepankan kerjasama tim. Selain itu, kebijakan akademi ini yang dirombak oleh Johan Cruyff memungkinkan para pemain muda beradaptasi dengan tim utama jika suatu saat mereka dipanggil untuk mengisi posisi yang kosong. Kebijakan tersebut adalah: permainan tim di bawah tim utama (Barca Athletic, Barca Juvenil, Cadet dan Infatil) mempergunakan skema permainan yang sama dengan tim utama.
Sejauh ini La Masia menjadi akademi sepakbola yang menghasilkan pemain-pemain yang berkualitas. Banyak lulusannya menjadi tulang punggung timnya, meski tim tersebut bukan tim papan atas. Contoh: Xavi, Iniesta, Messi, Arteta, Oriol Romeu, Bojan dan banyak lainnya.
Sebenarnya apa kunci kesuksesan La Masia? Kuncinya terletak dari kebijakan-kebijakan La Masia dan kemampuan scout untuk menilai bakat pemain. Mengenai apa saja kebijakan-kebijakan La Masia,Kepercayaan
Ketika Laporta menjadi presiden, Laporta membri kebebasan terhadap Pep mengenai pembelian pemain. Meski ada beberapa pemain yang di beli tersebut merugikan atau tidak memberi kontribusi, namun intinya adalah kebebasan dan kepercayaan board terhadap keputusan-keputusan Pep. Pep knows the best dan In Pep we trust adalah slogan-slogan fans yang secara tidak langsung turut membantu kepercayaan diri dan kerja Pep. Yes, in Pep we will always trust! .
Board
poin pendukug yang lumayan vital. Board memberi kebebasan kepada Pep. Jika board mengeluarkan kebijakan yang menguntungkan Barca, maka tim pun akan mendapat keuntungannya. Manajemen yang sehat sangat membantu tim dari sisi finansial.

Katalanisme

Ini mungkin bisa dibilang rahasia yang tidak mungkin dimiliki tim mana pun, yaitu semangat Katalan. Semangat ini bukanlah semangat untuk merdeka atau anti Spanyol. Namun lebih ke semangat kesukuan/chauvinisme. Poin ini menjadi salah satu rahasia sukses Barcelona dari era Frank Rijkaard dan lebih menebal ketika Pep menjadi pelatih utama. Isu Katalanisme ini di dengungkan oleh Laporta ketika berkampanye menjadi presiden (cerita tentang Laporta dan Katalanisme bisa di cek di sini) dan menjadi salah satu titik balik terhadap kesuksesan Barcelona

Dengan banyaknya pemain Barca yang lulusan La Masia, tentu saja hal ini berbanding lurus dengan semangat Katalan. Logikanya, pemain dari daerah atau negara lain tidak faham dengan Katalan, kecuali Johan Cruyff.  Isu Katalan atau suku-suku lainnya di Spanyol, ini selalu menjadi faktor X dan penyemangat. Masih ingat ketika Barca berhadapan dengan Athletic Bilbao? Otoritas Madrid dan Real Madrid menolak menjadikan Santiago Bernabeu menjadi perhelatan final Copa del Rey karena isu kedaerahan, meski bagi saya hal tersebut adalah alasan absurd yang tidak masuk akal. Pada akhrinya, Puyol menunjukan pada dunia bahwa Katalan dan Basque bisa bersanding dan memiliki arti bahwa Spanyol terdiri dari beberapa suku (keberagaman), dengan membawa pula bendera Basque.

rossi : bila gaji saya lebih kecil tahun depan, maka saya akan beradaptasi

 

Biarpun bila gajinya lebih kecil, Rossi bisa terima

 

Bursa pembalap yang kian marak dan gonjang-ganjing untuk tahun depan semakin menjadi-jadi. Valentino Rossi sang maestro MotoGP biasanya merupakan pembalap MotoGP dengan bayaran termahal :mrgreen: tak dinyana, prestasinya di dunia roda dua ini memang luar biasa, 7 kali juara dunia, selain itu sponsor yang menyertainya pun tak kalah ramainya, yang pastinya membuat pabrikan yang ia bela tak keberatan mengeluarkan gaji sedemikian rupa karena toh sponsor juga memberi masukan dana, iya enggak? :D

 

Di tengah cuaca panas terik di Barcelona Sabtu kemarin, Valentino Rossi ditanya mengenai tahun depan, ia memilih tenang cool down seperti biasa. “Masih terlalu dini. Untuk saat ini saya pun belum membuat langkah sekecil apapun, masih banyak race yang harus dijalani sebelum memutuskan apa yang selanjutnya akan dilakukan. Fokus saya sekarang hanya ingin memperbaiki Ducati”, ujarnya.

 

Ada kemungkinan bahwa gaji yang diterima Rossi tidak akan sama seperti dulu lagi, “Saya rasa tu bukan masalah besar,  jika saya dibayar lebih kecil, maka saya akan beradaptasi. Saya telah melakukan banyak di masa lalu, jadi bisa dikatakan, semua nanti pasti ada batasnya”, jelas The Doctor.

 

5 Film Tentang Entrepreneurship yang Harus Anda Tonton

Setelah menonton film “The Social Network” baru-baru ini, kita bisa temui banyak sekali film yang memiliki entrepreneurship atau bisnis sebagai tema besarnya. Pengaruh apakah yang film-film ini akan berikan kepada mereka yang menontonnya? Tidak ada yang diragukan bahwa komentar negatif di film “Wall Street” sebenarnya tertarik untuk bekerja di Wall Street selama dekade 1990-an yang juga dikenal dengan masa ketamakan. Daripada menundanya dengan isu etika, sebagaimana yang dimaksudkan dalam film tersebut. Mungkin saja film “The Social Network” dengan tema dasar mengenai perceraian dan si pemenang akan berada di atas angin mungkin akan memiliki efek yang serupa.

Jadi apakah film-film dengan tema entrepreneurship yang paling baik? Kita akan fokus pada film fiksi bahkan jika film-film ini berdasarkan pada kenyataan.

“Wall Street”Karena ketamakan tentunya bagus hingga Anda tenggelam dalam sistemnya, tentu saja. Sayang sekali bahwa film yang mengikutinya seharusnya bisa memberikan pesan yang lebih berisi agak tidak menggigit. Dua bersaudara Sheen yang membintangi film berikutnya nampak tidak bisa menandingi akting Michael Douglas yang brilian.

“The Social Network”

Meskipun film ini masih baru, “The Social Network” memiliki kesan yang baik sehubungan dengan latar belakangnya yang menggunakan Facebook. Apakah ini semua benar? Mungkin tidak tetapi ini menunjukkan bahwa apapun yang terjadi, jangan menandatangani apapun hingga Anda memiliki seorang kuasa hukum yang berpengalaman dan usaha rintisan bisa menjadi bisnis yang kacau sekali jika di tahap awal peraturan dasarnya tidak ditegakkan dengan baik dan konsisten.

“Glengarry Glen Ross”

Kisah mengenai David Mamet tentang penjual dan ketrampilan sebagai penjual dengan semua pemeran bintang dan kalimat-kalimat singkat yang cerdas, bisa menunjukkan pada generasi Y bahwa bekerja di usaha rintisan pun memiliki sisi-sisi manusiawi dan humoris. Mungkin setting serupa bisa ditemui di beberapa usaha rintisan sekarang.

“Barbarians at the Gate”

Kisah RJR Nabisco dan periode buy-out di Wall Street mugnkin masih lekat di benak sebagian orang. Sebenarnya ini bekerja sangat baik sebagai suatu negosiasi atau komedi dari kesalahan dan kekacauan. Dan sekali lagi ini merupakan sebuah film yang tidak ditunjukkan sesering seharusnya. Semua mahasiswa sekolah bisnis seharusnya diajak untuk menonton film ini. Aktor James Garner memerankan F. Ross Johnson, sang CEO RJR Nabisco dan memberikan kinerja terbaiknya abad ini.

“Pirates of Silicon Valley”

Meski film ini sebenarnya dibuat untuk ditayangkan di TV, film “Pirates of Silicon Valley” ini sangat menarik. Sebagaimana kisah Apple dan Microsoft di masa awal mereka, sekali lagi film nii melewati batas film jejaring sosial mengenai kepercayaan dan pengkhianatan dan tidak sepenuhnya akurat (IBM misalnya mendekati Digital Research untuk menyediakan DOS untuk itu sebelum menghubungi Bill Gates tetapi itu berhasil untuk ukuran sebuah film). Sekali lagi pemeran yang baik berarti para pemainnya terlihat cukup menyerupai karakter di kehidupan nyata. Pastinya setelah keberhasilan “The Social Network”, inilah skrip film yang menunggu untuk difilmkan kembali.